Thu. Aug 13th, 2020

WWW.INDOPOPULAR.COM

Negara Lain Berlomba Produksi Vaksin Corona, Korut Buat Peluru, Pasien Covid-19 Bakal Dihukum Mati Kim Jong Un

2 min read

indopopular.com – Korea Utara (Korut) sedang kebingungan karena mencatat adanya satu kasus pandemi Covid-19 di negaranya.

Maklum mereka bingung karena fasilitas kesehatan Korut sangat buruk.

Sehingga jika corona menyebar di sana maka bisa dipastikan rezim Kim Jong Un tidak bisa menanggulanginya.

Kasus pertama corona di Korut terjadi di kota Kaesong dimana seorang warganya terjangkit.

Kena corona sama saja mendatangkan kematian bagi warga Korut sendiri.

Dikutip dari Astro Awani, Senin (27/7/2020) rezim Kim Jong Un tak mau ambil resiko mengenai orang yang kena corona di negaranya.

Jika negara lain produksi vaksin corona, Korut bakal buat peluru sebanyak mungkin.

Hal tersebut sudah diperintahkan oleh pemimpin tertinggi Korut yaitu Kim Jong Un.

Yang kena corona kemungkinan langsung dienyahkan saja dari pada menulari.

Khusus suspek pertama corona di Korut ini akan mendapat ‘perlakuan khusus’

Setelah dilakukan pemeriksaan, tercatat pasien pertama Covid-19 di Korea Utara ini pernah lari dari negara tersebut tiga tahun lalu.

Namun dirinya memutuskan untuk kembali ke Korea Utara pada 19 Juli 2020.

“Sebuah situasi darurat terjadi di kota Kaesong dimana seorang warga yang kabur ke Selatan (Korea Selatan) tiga tahun lalu.

“Seorang yang dicurigai telah membawa sebuah virus ganas, kembali pada 19 Juli setelah secara ilegal melewati garis demarkasi,” jelas pernyataan resmi dari Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA).

Akibat kejadian ini, pihak pemerintah Korea Utara tidak hanya mengamankan warga yang identitasnya tidak mau di sebut itu.

Mereka juga terpaksa melakukan penguncian (lockdown) terhadap kota Kaesong dimana kasus tersebut ditemukan.

Kedepannya, pemerintah akan segera melakukan penyelidikan terkait siap saja orang yang telah melakukan kontak dengan pasien pertama Covid-19 asal Korea Utara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *