Sat. Jul 11th, 2020

WWW.INDOPOPULAR.COM

Kim Jong-un Tunda “Aksi Militer” Terhadap Korea Selatan

2 min read

Indopopular.com – Korea Utara menunda rencana melakukan “aksi militer” terhadap Korea Selatan, menurut media pemerintah Korea Utara (KCNA).

Beberapa pekan terakhir, Korea Utara geram dan melontarkan retorika kemarahan terhadap para aktivis di Korea Selatan yang mengirim selebaran anti Korea Utara melalui perbatasan.

Pekan lalu, Korea Utara juga meledakkan kantor penghubung antar-Korea dan juga mengancam akan mengirim pasukan ke wilayah perbatasan.

Tapi sebuah pertemuan yang dipimpin Kim Jong Un menghasilkan keputusan untuk menunda aksi militer.

Komisi Militer Pusat mengeluarkan keputusan tersebut setelah mempertimbangkan apa yang disebutnya “situasi yang berlaku”.

Yonhap melaporkan, Korea Utara juga mulai membongkar pengeras suara yang baru didirikan pekan lalu, yang secara tradisional digunakan untuk melontarkan pesan-pesan anti-Korea Selatan di perbatasan.

Hal ini merupakan penurunan eskalasi yang signifikan setelah saudara perempuan Kim, Kim Yo Jong memerintahkan tentara untuk “secara tegas melakukan tindakan selanjutnya”. Ancaman ini dipicu apa yang disebut Pyongyang sebagai kegagalan Seoul untuk menghentikan aktivis yang mengirimkan balon udara dengan selebaran anti-rezim di atas wilayah perbatasan.

KCNA mengatakan, pertemuan itu juga membahas dokumen-dokumen yang menetapkan langkah-langkah untuk “semakin memperkuat pencegah perang negara itu.”

Aktivis Korea Selatan biasanya mengirim balon yang membawa benda-benda seperti selebaran, stik USB atau DVD berisi kritikan terhadap rezim Pyongyang, serta laporan berita Korea Selatan atau bahkan drama Korea.

Semua ini bertujuan untuk menghancurkan kendali Korea Utara terhadap informasi domestik dengan harapan warga Korea Utara pada akhirnya akan menggulingkan rezim dari dalam.

Pemerintah Korea Selatan telah mencoba untuk menghentikan kelompok-kelompok yang mengirim selebaran melintasi perbatasan, dengan alasan tindakan mereka membuat penduduk di dekat perbatasan dalam bahaya.

Langkah itu mendorong Korea Utara untuk memperbarui ancaman aksi militer – dan tak lama setelah itu meledakkan kantor penghubung bersama yang telah didirikannya dengan Korea Selatan pada 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *